Herbisida Andalah Pengendalian Gulma Bandel : Eleusine, Teki, pakis dan Gulma umum

Gulma masih dianggap sebagai salah satu organisme pengganggu tanaman yang merepotkan di area pertanian. Sejumlah peneliti menunjukan bahwa gulma dapat menyebabkan kerugian yang signifikan baik dalam memperebutkan nutrisi dengan tanaman maupun kerugian finansial bagi petani. Kehadiran gulma mampu menurunkan hasil produksi tanaman pokok dan memicu serangan hama serta penyakit tanaman. Pertumbuhan yang cepat sejak awal fase vegetatif sampai generatif tanaman mengakibatkan gulma sulit dikendalikan.

Gambar 1. Gulma tumbuh lebat di area perkebunan

Di area pertanian gulma dapat berkompetisi untuk merebutkan cahaya, air, dan hara di dalam tanah. Disamping itu beberapa jenis gulma mampu mengeluarkan senyawa alelopati yang akan mengganggu proses pertumbuhan dan fotosintesis tanaman pokok, sehingga apabila pertumbuhan gulma tidak segera dihentikan berpotensi gagal panen. Begitu juga di area perkebunan, gulma dianggap sebagai tumbuhan pengganggu yang dapat merusak estetika lingkungan.

Ada beberapa jenis gulma yang terkenal sulit dikendalian seperti Cyperus rotundus (teki ladang), memiliki umbi-umbi kecil yang membuatnya cepat pulih setelah dibersihkan. Gulma Imperata cylindrica juga merupakan rumput tahunan berakar rimpang ekstensif, dapat menekan pertumbuhan tanaman serta dapat memangkas produktifitas tanaman hingga ±50% bila tidak dikelola dengan benar. Selain itu, pada perkebunan sawit tanaman belum menghasilkan (TBM), gulma merambat seperti Mikania micrantha sering menjadi sasaran prioritas pengendalian.

Bagaimana Solusi Pengendalian Gulma Bandel?

Salah satu langkah yang petani bisa gunakan untuk mengendalikan gulma bandel di area pertanian yaitu dengan herbisida Gravitas 200 SL. Herbisida ini bersifat kontak dan sistemik berbentuk larutan (SL) dengan bahan aktif ammonium glufosinat 200 g/L (setara glufosinat 183 g/L). Mekanisme kerjanya menghambat enzim glutamine synthetase, sehingga terjadi akumulasi amonia yang merusak jaringan hijau; gejala klorosis disusul nekrosis tampak 3–5 hari pasca-aplikasi. Produk ini dirancang untuk mengendalikan gulma berdaun lebar dan sempit di area pertanian.

Gambar 2. Hama Ulat Grayak

Apa Keunggulan Herbisida Gravitas 200 SL?

  1. Aksi kontak dan sistemik terbatas untuk mengendalikan gulma lebih cepat dan tuntas.
  2. Dikategorikan kelas IV (piktogram hijau) menurut standar WHO pada materi promosi, sehingga relatif aman bila mengikuti label.
  3. Efektif pada berbagai jenis gulma, termasuk gulma bandel di TBM.
  4. Kandungan glufosinat tinggi memungkinkan dosis aplikasi lebih efisien.

Berapa Dosis Penggunaan Herbisida Gravitas 200 SL?

Berdasarkan dosis rekomendasi yang telah dianjurkan oleh nufarm untuk mengendalikan gulma berdaun lebar seperti Borreria alata, Mikania micrantha, gulma berdaun sempit seperti Ottochloa nodosa, Paspalum conjugatum di perkebunan Kelapa Sawit adalah 2-3 liter per hektar. Penyemprotan dilakukan saat gulma tumbuh aktif di sekitar area perkebunan dengan volume semprot tinggi. Pastikan aplikator memakai APD lengkap dan membaca label kemasan terlebih dahulu. Apabila informasi kurang jelas bisa bertanya kepada petugas perkebunan setempat.

Gambar 3. Dosis/Konsentrasi penggunaan Gravitas 200 SL

Penggunaan herbisida tepat guna dengan mengedepankan nilai lingkungan akan berdampak pada keberlanjutan perkebunan yang lebih baik. Oleh karena itu, integritas Gravitas 200 SL dengan rotasi herbisida beda mode of action, sanitasi lahan, pergiliran tanaman, dan penutupan kanopi cepat adalah strategi terpadu untuk membasmi gulma bandel dan menekan kehilangan hasil jangka panjang.