Hindari Penurunan Hasil Akibat Gulma Pada Tanaman Padi

Kehadiran gulma merupakan issue penting yang terus berkembang di lahan padi hingga saat ini. Gulma diartikan sebagai tumbuhan pengganggu yang mana keberadaannya dapat menimbulkan kerugian berarti bagi tanaman maupun petani. Menurut Pane (2007) tercatat sebesar 10% sampai dengan 86% kehilangan hasil produksi padi diseluruh dunia diakibatkan oleh adanya gulma yang masif. Pertumbuhan gulma yang tak terkendali memicu kompetisi penyerapan unsur hara dengan tanaman padi.

Gambar 1. Gulma yang sering dijumpai di lahan padi

Bukan hanya soal kompetisi unsur hara saja, lebih kompleks gulma ternyata bisa menyaingi tanaman pokok dalam memperebutkan ruang tumbuh, air, cahaya matahari, dan karbondioksida yang berguna sebagai materi utama fotosintesis tanaman. Gulma juga mengandung senyawa alelopati yang dapat mengganggu fisiologi tanaman secara permanen, seperti menghambat proses perkecambahan, pertumbuhan, perkembangan, dan hasil panen. Keberadaan gulma perlu diwaspadai, karena juga berpotensi sebagai tempat bersarangnya hama dan penyakit.

Melihat betapa berisikonya keberadaan gulma di lahan pertanian, maka petani perlu cara yang tepat untuk mengendalikan tumbuhan liar ini. Biasanya petani seringkali menggunakan metode mencabut rumput, membasmi gulma dengan alat, dan penyemprotan herbisida sembarangan. Dampak yang diberikan tidak begitu berarti, malah menyebabkan gangguan teknis pada tanaman pokok, akibatnya petani mengalami kerugian yang cukup besar baik dari segi tenaga dan finansial.

Bagaimana Solusi yang Tepat?

Beberapa riset menunjukan bahwa pengendalian gulma menggunakan herbisida ternyata lebih efetif dan efisien dibandingkan metode lain. Pertumbuhan gulma yang relatif cepat dan memiliki seed bank di dalam tanah justru akan sangat merepotkan petani jika pengendalian secara manual. Kini Nufarm hadir menawarkan kombinasi produk herbisida unggulan yang sudah teruji mampu memberantas gulma sampai ke akar-akarnya, yaitu Serendy dan Nugrass.

Gambar 2. Serendy + Nugrass

Serendy 28 WP merupakan herbisida sistemik pra dan purna tumbuh berbentuk tepung yang larut dalam air, berwarna putih, untuk mengendalikan gulma daun lebar, gulma daun sempit dan teki pada tanaman padi. Serendy juga fleksibel yang bisa diaplikasikan bersama penyemprotan dan pemupukan, sehingga tanaman tetap aman, tumbuh hijau, dan segar.

Jika dilahan budidaya padi ditemui gulma kompetitif, maka Nugrass bisa menjadi solusi yang tepat. Nugrass adalah herbisida sistemik purna tumbuh yang sangat tangguh dalam mengendalikan gulma golongan rumput-rumputan seperti jajagoan (Echinochloa sp.) dan timunan (Leptochloa sp.) sampai tuntas. Dengan menggunakan Serendy dan Nugrass, petani tidak perlu menyiangi lagi sehingga biaya tenaga kerja bisa ditekan dan padi dapat berproduksi optimal.

Berapa Dosis/Konsentari yang Digunakan

Dosis Serendy yang direkomendasikan adalah 100 gram sampai 150 gram per hektar (4-6 sachet). Aplikasi herbisida ini bisa dilakukan dengan cara disemprotkan atau dicampur dengan pupuk anorganik pada saat padi berumur 7-14 HST. Jika petani memilih disemprotkan, maka konsentrasi yang diperlukan adalah 7,5 gram dilarutkan kedalam 15 liter air. Apabila petani ingin mengaplikasikan bersama pemupukan pertama, maka bisa dicampur dengan 5 kg pupuk anorganik dahulu sebagai campuran induk, kemudian dicampurkan dengan pupuk sesuai dosis per hektar.

Sedangkan penggunaan Nugrass yaitu dengan cara disemprotkan saat padi berumur 10-14 HST atau saat gulma sasaran baru memiliki 2-3 helai daun. Dosis yang direkomendasikan adalah 0,25 liter per hektar atau konsentrasi 1 ml per liter air.  Petani dianjurkan membaca label kemasan terlebih dahulu sebelum menggunakan produk produk tersebut, apabila ada yang kurang jelas bisa bertanya ke petugas pertanian setempat. Gunakan selalu Serendy dan Nugrass untuk menghindari penurunan hasil panen padi akibat gulma.

Gambar 3. Dosis/Konsentrasi Penggunaan

Informasi produk perlindungan di tanaman Padi lainnya dapat di lihat di link Perlindungan Tanaman Padi