Persiapan Lahan Sempurna Dengan Roundup + Terrador

Gulma merupakan salah satu tantangan terbesar dalam budidaya pertanian yang berdampak signifikan terhadap produktivitas lahan. Keberadaan gulma tidak hanya bersaing dengan tanaman utama dalam memperoleh air, cahaya, dan unsur hara, tetapi juga menjadi inang bagi hama dan penyakit tanaman. Menurut Soltani (2006) pada laporan Weed Science Society of America (WSSA), kerugian hasil akibat infestasi gulma pada komoditas utama seperti jagung dan kedelai bisa mencapai 50–80% apabila tidak dikendalikan secara tepat.

Gambar 1. Gulma yang sering tumbuh di lahan pertanian

Pertumbuhan gulma yang tinggi dipengaruhi beberapa faktor seperti kondisi lingkungan yang mumpuni bagi kehidupan gulma. Hal ini biasanya dipengaruhi oleh kelembaban tanah yang tinggi dan suhu hangat merupakan kondisi ideal untuk perkecambahan biji gulma. Selain itu, pengolahan tanah yang kurang optimal berpengaruh terhadap pertumbuhan gulma. Sebelum melalakukan penanaman, petani dianjurkan untuk menyemprot herbisida ke tanah untuk mencegah gulma tumbuh subur.

Bagaimana Solusi Efektif untuk Persiapan Lahan?

Menghadapi permasalahan tersebut, petani perlu strategi pengendalian gulma yang bersifat menyeluruh dan efisien. Salah satu pendekatan yang efektif adalah dengan menggunakan kombinasi herbisida sistemik dan kontak untuk membersihkan lahan sebelum proses tanam dimulai. Nufarm sebagai perusaahaan herbisida terbesar di Indonesia menghadirkan solusi terintregasi melalui produk Roundup dan Terrador.

Roundup adalah herbisida sistemik purna-tumbuh yang diformulasikan dengan teknologi Biosorb untuk memudahkan penetrasi bahan aktif ke dalam jaringan gulma. Roundup mengandung bahan aktif glifosat yang bekerja sampai ke akar, efektif untuk gulma tahunan. Sedangkan Terrador merupakan herbisida kontak dengan kandungan diquat dibromide yang mampu menghentikan fotosintesis gulma dalam waktu singkat, cocok untuk pengeringan vegetasi sebelum tanam.

Gambar 2. Roundup+ Terrad’or

Keunggulan kombinasi Roundup + Terrador

Penggunaan herbisida ganda berpotensi mengendalikan gulma lebih cepat dan efektif dibandingkan aplikasi tunggal, bahkan herbisida sistemik dan kontak memberikan pengendalian gulma hingga 90% lebih sempurna untuk persiapan lahan pertanian. Hal ini juga berpeluang pada peningkatan hasil panen hingga 20% (Bayu, 2020). Selain itu, ada beberapa keunggulan lain dari kombinasi glifosat dan diquat dibromide antara lain:

  1. Efektivitas Ganda

Kombinasi glifosat dan diquat memberikan hasil maksimal: glifosat membersihkan gulma hingga akar, sementara diquat mematikan bagian atas tanaman dengan cepat, meminimalkan regrow.

  1. Cepat dan Bersih

Pengeringan lahan dalam waktu 3–5 hari setelah aplikasi, memberikan waktu tanam yang efisien dan persiapan lahan yang optimal.

  1. Mengurangi Populasi Gulma di Musim Berikutnya

Dengan pengendalian yang menyeluruh, siklus hidup gulma terganggu sehingga menekan kemunculan gulma di musim tanam berikutnya.

Bagaimana Rekomendasi Pemakaiannya?

Penyemprotan herbisida dilakukan 7 – 10 hari sebelum tanam, saat gulma sedang aktif tumbuh dan belum terlalu tua. Dosis Roundup (glifosat 486 g/l) yaitu 3 sampai 4 liter per hektar, sedangkan Terrador (diquat 200 g/l) yaitu 1 sampai 2 liter per hektar. Petani cukup mencampur kedua produk tersebut secara merata dan dimasukkan kedalam tangki sprayer, selanjutnya disemprotkan ke permukaan lahan atau pada permukaan daun gulma yang aktif tumbuh menggunakan nozzle kipas.

Untuk mendapatkan informasi lebih detail, petani bisa membaca label kemasan terlebih dahulu atau bertanya kepada petugas pertanian setempat untuk menghindari kesalahan penggunaan. Dengan Roundup dan Terrador lahan pertanian bebas dari gulma.