Padi merupakan salah satu tanaman pangan terpenting yang menjadi sumber makanan pokok bagi masyarakat Indonesia. Oleh sebab itu, peningkatan hasil produksi padi terus diupayakan untuk menjamin ketahanan pangan nasional. Keberhasilan budidaya padi sangat bergantung pada ketersediaan air dan unsur hara didalam tanah serta pengendalian OPT secara tepat. Kehadiran OPT dapat menimbulkan dampak negatif pada pertumbuhan padi, termasuk kerugian finansial hingga mencapai milyaran rupiah (Rahmah, 2023)..

Gambar 1. Tanaman Padi

Salah satu OPT yang dapat merusak tanaman padi adalah hama wereng. Ada beberapa jenis wereng yang selalu merepotkan petani, yang utama yaitu wereng coklat (Nilaparvata lugens Stal). Hama ini berukuran kecil, panjang 0,1-0,4 cm dan berkembang dalam jumlah banyak, serangga dewasa bersayap panjang dapat menyebar sampai beratus kilometer. Gejala pada tanaman yang terserang wereng coklat adalah tanaman menjadi kering dan berwarna coklat seperti terbakar (Talitha, 2015).
Studi kasus serangan wereng di beberapa wilayah Indonesia menyebabkan penurunan hasil yang signifikan bahkan gagal panen. Kehilangan hasil akibat serangan wereng diperkirakan mencapai 20% hingga 100% apabila serangan tinggi. Disamping itu, kehadiran hama wereng disebut sebagai vektor penularan virus tungro yang menyebabkan daun tanaman muda menjadi kuning, pertumbuhan terhambat atau kerdil, dan jumlah anakan padi lebih sedikit. Penyakit tungro secara general disebabkan oleh wereng hijau (Nepothettix virescnes).

Gambar 2. Padi yang terserang wereng mengakibatkan gagal panen

Bagaimana Solusinya?
Melihat betapa berbahayanya serangan yang ditimbulkan oleh wereng coklat dan wereng hijau di lahan padi, maka petani harus memiliki strategi khusus untuk mengamankan tanaman dari hama tersebut. Salah satu langkah yang petani bisa terapkan yaitu dengan menyemprot tanaman padi menggunakan Insektisida Moriox dari nufarm yang terbukti ampuh mengendalikan hama wereng

Gambar 3. Moriox 100/150 SC

Keunggulan Moriox 100/150 SC ,Moriox adalah insektisida generasi terbaru yang sudah teruji dapat mencegah sekaligus mengatasi serangan wereng secara efektif dan tuntas. Adapun keunggulan produk nufarm ini, yaitu:

  1. Terbaru, diformulasikan dengan dua bahan aktif dengan teknologi terbaru.
  2. Cepat dan Tuntas, wereng mati tuntas dalam waktu 5 menit setelah penyemprotan.
  3. Perlindungan Maksimal, padi akan terlindungi 100% dan aman dari serangan wereng.

Moriox juga memiliki efek knockdown yang terbukti cepat dan efektif mengendalikan hama wereng. Hanya dalam waktu 3-5 menit setelah penyemprotan Moriox, hama wereng sudah mati. Jika dibandingkan dengan produk kompetitor setelah 1 jam penyemprotan, Moriox menunjukan hasil yanag maksimal, yaitu 90% wereng yang mati, sedangkan produk kompetitor hanya 10%. Menurut beberapa petani yang sudah menggunakan Moriox merasa puas dan padi terbukti aman dari wereng sampai panen.

Gambar 4. Hasil Uji Kecepatan Kematian Sasaran (Knockdown Effect)

Bagaimana Teknik Aplikasinya?

Penyemprotan Moriox dilakukan 2 kali saat tanaman padi berumur 2 minggu dan 6 minggu setelah tanam atau saat populasi wereng diatas ambang batas ekonomi. Konsentrasi yang dianjurkan adalah 2 ml/L air dengan volume semprot 300 liter per hektar. Penyemprotan dilakukan dari batang tengah tanaman kebawah rumpun menggunakan sprayer.

Gambar 5. Teknik Aplikasi Moriox 100/150 SC

Disarankan petani juga menggunakan alat pelindung diri yang lengkap dan sesuai standart untuk menghindari kontaminasi paparan penyemprotan. Selain itu, petani juga diharapkan membaca label kemasan produk sebelum penggunaan insektisida. Apabila ada informasi yang kurang jelas bisa bertanya ke petugas pertanian setempat.