Hama Wereng merupakan OPT yang sering ditemui pada tanaman padi. Wereng coklat ( Nilaparvata lugens ) adalah salah satunya. Wereng coklat merupakan hama yang paling berbahaya dibandingkan dengan hama lainnya karena pada serangan yang berat dapat menyebabkan puso (gagal panen). Wereng coklat mempunyai sifat plastis, yaitu mudah beradaptasi pada keadaan atau kondisi lingkungan baru.

Wereng adalah serangga penghisap cairan tanaman yang berwarna kecoklatan. Panjang tubuh 2 – 4,4 mm. Serangga dewasa mempunyai 2 bentuk, yaitu bersayap pendek (brakhiptera) dan bersayap panjang (makroptera). Serangga makroptera mempunyai kemampuan untuk terbang, sehingga dapat bermigrasi cukup jauh. Wereng coklat adalah serangga monofag, inangnya terbatas pada padi dan padi liar (Oryza parennis dan Oryza spontanea).

Pada tahap permulaan wereng datang pada pertanaman padi yang sudah mulai tumbuh yaitu pada umur 15 hari setelah tanam atau pada umur 10-20 hari setelah tanam. Di daerah beriklim sedang, pada awalnya populasi wereng coklat rendah, kemudian berkembang dengan cepat. Perkembangan populasi wereng juga tergantung pada inangnya (varietas) padi yang cocok untuk perkembangannya.

​Siklus Hidup Wereng Coklat :
• Satu ekor imago wereng coklat betina di rumah kaca mampu bertelur sebanyak 100 – 200 butir. Telur ini akan menetas setelah 7 – 10 hari dan penetasan biasanya berlangsung pada pagi hari.
• Nimfa 1 mempunyai lama hidup 2-4 hari
• Nimfa 2 selama 1 – 4 hari
• Nimfa 3 selama 1 – 4 hari
• Nimfa 4 selama 1 – 2 hari
• Nimfa 5 selama 2 – 3 hari
• Setelah nimfa 5 maka wereng coklat akan menjadi dewasa. Lama hidup serangga dewasa 18 – 28 hari

Wereng coklat dewasa dan nimfa biasanya akan menetap di bagian pangkal tanaman padi dan mengisap pelepah daun. Wereng coklat menghisap cairan tanaman dengan menusukkan stiletnya ke dalam ikatan pembuluh vaskuler tanaman inang dan mengisap cairan tanaman dari jaringan floem. Nimfa 4 dan 5 menghisap cairan tanaman lebih banyak daripada instar 1, 2 dan 3. Wereng coklat betina mengisap cairan lebih banyak daripada yang jantan. Serangan wereng coklat dapat menyebabkan kerusakan seperti terbakar (hopperburn) dan kematian total pada tanaman padi. Pada awalnya, gejala hopperburn muncul pada ujung daun yang terlihat menguning kemudian berkembang meluas ke seluruh bagian tanaman (daun dan batang) .

Wereng coklat dapat mengakibatkan kehilangan hasil dan berpotensi menyebabkan puso pada tanaman padi sawah akibat dari serangan yang dilakukannya. Populasi 10 – 15 ekor per rumpun cukup membuat puso dalam waktu 10 hari. Populasi hama wereng coklat yang dapat merusak tanaman padi umur kurang dari 40 hari setelah tanam yaitu 2 – 5 individu per rumpun. Sedangkan pada tanaman padi yang berumur lebih dari 40 hari setelah tanam yaitu 10 – 15 ekor per. Apabila populasi tinggi, maka gejala kerusakan yang terlihat di lapangan, yaitu warna daun dan batang tanaman berubah menjadi kuning, kemudian berubah menjadi berwarna coklat jerami, dan akhirnya seluruh tanaman bagaikan disiram air panas berwarna kuning coklat dan mengering (hopperburn).

Beberapa faktor pendukung yang menyebabkan terjadinya serangan wereng coklat antara lain :

1. Kondisi lingkungan cuaca dimana musim kemarau tetapi masih turun hujan
2. Penggenangan secara terus-menerus di lahan sawah sangat mendukung untuk perkembangan populasi WBC dan sangat mungkin meningkatkan kerusakan tanaman.
3. Pola tanam padi-padi-padi
4. Keberadaan musuh alami (parasit, predator dan patogen)
5. Ketahanan varietas dimana dominasi suatu varietas dalam jangka waktu lama

Ada beberapa cara pengendalian hama wereng pada tanaman padi, antara lain :
1. Cara bercocok tanam yang dianjurkan adalah: tanam serentak dalam satu wilayah, pergiliran tanaman, penggunaan varietas tahan dan sanitasi.
2. Menggunakan varietas tahan
3. Memperluas jarak tanam, penggunaan sistem tanam jajar legowo juga bisa mengurangi ledakan hama wereng.
4. Penggunaan Pestisida untuk mengatasi dan mencegah serangan hama Wereng

Salah satu hal penting yang perlu diketahui oleh petani padi di lapangan untuk mengendalikan hama tersebut adalah dengan melakukan pengamatan langsung. Lalu melakukan upaya pencegahan dan pengendalian sedini mungkin dengan insektisida yang tepat. Batas ambang ekonomi untung wereng batang coklat adalah tergantung pada stadia tanaman yang diserang, apabila WBC menyerag pada face vegetatif batas ambang ekonominya 4 ekor/rumpun. Apabila menyerang pada stadia vegetatif batas ambang ekonominya 7 ekor/ rumpun. (spesifik lokasi, konsultasikan sengan petugas setempat).

Wereng coklat juga dapat menularkan dua macam penyakit virus padi, yaitu Penyakit Kerdil Rumput dan Kerdil Hampa. Penyakit virus ini terutama penyakit kerdil rumput, biasanya terjadi secara epidemik setelah eksploitasi wereng coklat. Tanaman padi yang terserang penyakit kerdil rumput pertumbuhannya sangat terhambat, sehingga menjadi kerdil dan mempunyai anakan banyak. Daunnya menjadi sempit, pendek, berwarna kuning pucat dan berbintik-bintik coklat tua, sedangkan serangan virus kerdil hampa menyababkan tanaman menjadi agak kerdil, terpilin, pendek, kaku, sobek- sobek, anakan bercabang dan malainya tidak muncul serta hampa.

PT. Nufarm Indonesia mempunyai Lugen 100 EC insektisida berbahan aktif buprofezin 100 g/l yang sangat efektif mengendalikan wereng pada tanaman padi .dengan cara menghambat pergantian kulit. Lugen juga memiliki efek ovicidal yang menghambat penetasan telur. Lugen efektif mengendalikan wereng yang sudah kebal dengan produk berbahan aktif lain sehingga sangat cocok untuk pengendalian hama terpadu dalam mencegah peledakan hama.

Keunggulan Lugen 100 EC


• Bekerja sebagai penghambat biosintesa kutikula dan khitin sehingga dapat membunuh nimfa pada saat ganti kulit.
• Bekerja secara selektif yang sangat efektif untuk mengendalikan serangan hama golongan homoptera/hemiptera dan relatif aman terhadap serangga berguna seperti serangga predator, parasit, ulat sutera dan lebah madu.
• Mempunyai daya bunuh yang sangat kuat terhadap wereng coklat dan wereng punggung putih dari mulai telur hingga serangan dewasa.

Kami rekomendasikan Lugen 100 EC digunakan dengan konsentrasi 30 ml/tangki dengan cara disemprot merata ke seluruh bagian tanaman padi dengan interval 5 -7 hari sekali, dimulai ketika ditemukan populasi wereng minimal 5 ekor per rumpun. Padi terbebas dari serangan hama wereng sehingga produksi tetap optimal.

Info lebih lengkap mengenai fungisida Lugen 100 EC klik di sini –>