
Kerusakan secara langsung dapat menimbulkan gejala keriting daun, klorosis (menguning), belang (mozaik), serta jika serangan sudah parah dapat menyebabkan tanaman menjadi kerdil dan tidak produktif. Untuk kerusakan tidak langsung di tanaman yang disebabkan oleh kutu kebul adalah kutu kebul dapat berperan sebagai vektor penyebar virus penyakit kuning (gemini virus). Virus gemini ini ditularkan secara persisten yang artinya sekali kutu kebul makan tanaman yang mengandung virus kuning, maka selama hidupnya dapat menularkan virus kuning.
Kutu kebul sebagai vektor penyebar virus penyakit kuning mempunyai kisaran inang yang luas dan mampu menginfeksi berbagai jenis tanaman seperti cabai, tomat, terung, tembakau, timun, semangka, kubis, kentang dan sebagainya.
Cara mencegah dan mengatasi kutu kebul pada tanaman antara lain :
• Pengedalian alami. ( Pengendalian hama kutu kebul secara alami dapat dilakukan dengan cara memelihara kelestraian musuh alami dengan meminimalisir segala tindakan yang dapat membunuhnya . populasi musuh alami kutu kebul yaitu predator dan parasitoid )
• Menanam tanaman penghalang (barier). Tujuannya menghalangi serangga vektor masuk ketanaman budidaya utama. Biasanya tanaman yang digunakan jagung.
• Melakukan rotasi tanaman. Tujuannya untuk menghentikan atau memutus siklus hidup hama kutu kebul (Bemisia tabaci). Teknik pergiliran tanaman dilakukan dengan menanam tanaman yang bukan sejenis atau bukan tanaman inang kutu kebul. Cara ini cukup efektif untuk mengurangi populasi kutu kebul dan menghambat perkembangbiakannya.)
• Pengendalian dengan insektisida yang efektif dengan strategi 5 T
Nufarmers..lebih baik mencegah sebelum mewabah. Waspadai kutu kebul penyebab virus kuning (gemini) yang dapat meyembabkan kehilangan hasil. Apabila terlihat ada gejala pada tanaman segera kami rekomendasikan penggunaan produk Wiper 50 EC atau Numectin 20 EC terbukti efektif mengendalian kutu kebul sebagai vektor penyebar virus penyakit kuning (gemini virus).